Entah mengapa Setiap detik ku selalu Mengingat wajahmu.. Entah mengapa Setiap ku termenung Teringat namamu.. Entah mengapa Ini terjadi kepadaku.. Tak bisa kutahan gejolak rasa rindu Tak bisa kutahan mendengar suaramu Tak bisa kutahan derap langkahku Segera menghampirimu.. Ku mohon terus pertahankan rasa ini Ku mohon jangan pisahkan dia dari diri ini Ku mohon berikan kebahagiaan ini abadi (˘ʃƪ˘)
Suatu kali dalam hidup, Aku pernah begitu lelah tuk jatuh cinta. Hilang arah dan tak ingin lagi berharap. Tapi, hingga kemudian Aku bertemu kamu (Ki) Semuanya berubah.. Pernah suatu kali aku memandang senyummu, dari kejauhan. Kemudian mata kita bertemu, Membuat ku tak mampu berkata apa. Aku tak lagi bisa berbuat apa-apa, selain berjuang dengan kesabaran yang sungguh. Membiarkan bunga-bunga perasaan bermekaran. Aku. Kembali jatuh. Lebih dalam, pada hati mu. Ya, Aku jatuh padamu (Ki). Aku cinta kamu (Ki), cukup aku. Cinta. Cukup. Aku. I Love you, Ki.
Waktu yang lama ini yang mungkin bagi kamu bersamanya terlalu begitu singkat, tapi aku gapernah melaluinya dengan mudah. Menurutmu semuanya itu mudah?! Enggak! Aku benci!! Aku benci mengucap “Selamat Jalan” Aku benci membasuh kenangan demi kenangan, sampai ujungnya aku berakhir dalam kepura-puraan. Aku pura-pura mengikhlaskan, pura-pura terluka, pura-pura berjalan kedepan. Tapi, kamu gapernah tau, ketika kamu berpaling, aku kembali. Kembali ketempat awal kita bertemu. Perpisahan itu.. aku simpan dalam mesin waktu, tapi malah menghidupkan bom waktu. Iya, ledakan rindu sering kali membawa aku kemasa lalu. Dan lagi-lagi kamu gatau. Aku linglung setelah kamu pergi, untuk siapa celingukan ini. Sedetik setelah kamu pergi, buat siapa lagi senyum lengkung ini? Kamu yang menjauh, cuma mendekatkan aku pada kesepian. Aku selalu disini, dipersimpangan jalan ini dan ketika kamu dengannya menemui akhir aku masih melambaikan tangan...
Komentar
Posting Komentar